Hai.. ketemu lagi setelah sekian lama tidak update. Kebetulan pas dengan momen liburan akhir tahun yang cukup lama, tiga minggu. Hemm.. dalam waktu tiga minggu ini apa yang akan kalian lakukan untuk mengisi liburan? Pasti bermacam-macam tergantung dengan kesukaan kalian bukan? Nah, untuk kalian yang tidak ada kegiatan menarik atau hanya berdiam diri saja di rumah, karena orang tua masih sibuk bekerja dan sudah bosan dengan permainan yang itu-itu saja, belajar ensiklopedi sains saja yuk!! Kebetulan saya menemukan buku koleksi ensiklopedi sains dari almari buku. Pasti menyenangkan kalau kita bisa mengetahui beberapa cerita sains yang berkaitan dengan kehidupan kita sehari-hari.
Nah, untuk hari ini kita baca tentang api.
Apakah api itu?
Api adalah panas dan cahaya yang terbentuk ketika sesuatu terbakar. Sebuah bahan bakar terbakar ketika bersenyawa dengan oksigen di udara. Api membutuhkan sebuah sumber panas sebelum ia dapat menyala (seperti panas yang dihasilkan dengan menggosokkan kepala korek api pada kotaknya atau percikan api dari sebuah pemantik api). Api membutuhkan bahan bakar dan oksigen agar terus terbakar.
Api terdapat secara alamiah di bumi dan dapat disulut oleh petir yang menyambar sebatang pohon, atau oleh lava cair dari sebuah letusan gunung berapi. Kita menggunakan api untuk panasnya, untuk cahayanya dan untuk memasak makanan kita. Api bisa sangat berbahaya jika tidak dikendalikan.
Apakah warna nyala api?
Nyala api bisa memiliki warna-warna yang berbeda : kuning, merah; kuning, merah dan biru; dan biru.
Zat-zat yang terbakar bisa berbentuk zat padat (misalnya kayu, atau arang), zat cair (minyak, bensin, atau alkohol) atau gas (butana atau metana). Sebuah nyala api bersinar terang karena gas-gas di dalam nyala api itu panas. Batu bara yang terbakar memberikan nyala api berwarna kuning dan biru, sementara gas alam mengeluarkan nyala berwarna biru muda atau biru tua.
Nyala api berwarna kuning adalah nyala api yang tidak terlalu panas, nyala api mengandung produk-produk yang tidak terbakar, yang keluar sebagai asap. Semakin biru sebuah nyala, maka semakin panas api. Beberapa zat kimia terbakar dengan warna-warna yang khas, misalnya lithium mengeluarkan nyala api berwana merah dan sodium memberikan nyala api berwarna jingga-kuning. Kembang api menggunakan senyawa-senyawa kimia yang menghasilkan percikan warna.
Nah, jadi tahu kan apa sebenarnya api itu? Karena mudah terbakar, jangan bermain-main dengan api ya??
Sampai ketemu dengan ensklopedi berikutnya. Salam sains!!
Sumber : Ensiklopedi Sains : Tanya Jawab Seputar Sinar X sampai Rahasia Umur Manusia, Nuansa, Juli 2008.
















Mulai semangat nih…terus berkarya bu…
sekedar sharing sedikit ilmu pak..
liburannya lama juga ya mbak, 3 minggu. selamat menikmati liburannya sobat…
Wah, jadi inget pelajaran waktu SMA
alhamdulillah kalau masih ingat, terima kasih atas kunjungannya.. tunggu kunjungan balik saya ya..
kalau dalam bahasa indonesia, “api” bisa tergolong polisemi, bu suka, memiliki banyak makna. ada api unggun, api cinta, api semangat, berapi-api, dll.
wah, banyak juga ya pak ..
kalau yang ini api yang dapat membakar pak..
bagus infonya …makasih udah share ya
panas dan cahaya
Kalau api neraga warnanya hitam, bisa dijelaskan tidak kira2 melalui ilmu pengetahuan bagaimana bisa berwarna hitam ??
terima kasih..