Say No to Drugs (Part 2)

Efek Narkoba Bagi Tubuh dan Kesehatan

Artikel ini merupakan kelanjutan dari artikel Jenis Narkoba dengan judul “Say No to Drugs (Part 1)”, setelah cukup lama di simpan akhirnya ditampilkan juga hehehehe..

Kalau kalian sudah menyimak video kampanye dari BNN tentang bahaya narkoba pada artikel sebelumnya, tentu kalian sudah mempunyai sedikit pengetahuan tentang efek narkoba bagi tubuh manusia. Kalau dipikir-pikir, tidak ada efek positifnya bukan? Baiklah, mari kita bahas satu per satu efek narkoba bagi tubuh serta ancaman mereka bagi tubuh kita secara medis.

Berdasarkan informasi yang penulis dapatkan dari http://id.wikipedia.org/wiki/Narkoba, beberapa efek narkoba secara umum adalah :
* Halusinogen, efek dari narkoba bisa mengakibatkan bila dikonsumsi dalam sekian dosis tertentu dapat mengakibatkan seseorang menjadi ber-halusinasi dengan melihat suatu hal/benda yang sebenarnya tidak ada / tidak nyata contohnya kokain & LSD
* Stimulan , efek dari narkoba yang bisa mengakibatkan kerja organ tubuh seperti jantung dan otak bekerja lebih cepat dari kerja biasanya sehingga mengakibatkan seseorang lebih bertenaga untuk sementara waktu , dan cenderung membuat seorang pengguna lebih senang dan gembira untuk sementara waktu.
* Depresan, efek dari narkoba yang bisa menekan sistem syaraf pusat dan mengurangi aktivitas fungsional tubuh, sehingga pemakai merasa tenang bahkan bisa membuat pemakai tidur dan tidak sadarkan diri. Contohnya putaw
* Adiktif , Seseorang yang sudah mengkonsumsi narkoba biasanya akan ingin dan ingin lagi karena zat tertentu dalam narkoba mengakibatkan seseorang cenderung bersifat pasif , karena secara tidak langsung narkoba memutuskan syaraf-syaraf dalam otak,contohnya ganja , heroin , putaw
* Jika terlalu lama dan sudah ketergantungan narkoba maka lambat laun organ dalam tubuh akan rusak dan jika sudah melebihi takaran maka pengguna itu akan overdosis dan akhirnya kematian

Efek dari beberapa jenis narkoba :
1. Heroin (putaw)

Heroin adalah obat bius yang sangat mudah membuat seseorang kecanduan karna efeknya sangat kuat. Heroin memberikan efek yang sangat cepat terhadap si pengguna, dan itu bisa secara fisik maupun mental. Dan jika orang itu berhenti mengkonsumsi obat bius itu, dia akan mengalami rasa sakit yang berkesinambungan.
Heroin mempunyai kekuatan yang dua kali lebih kuat dari morfin dan merupakan jenis opiat yang paling sering disalahgunakan orang di Indonesia pada akhir – akhir ini .
Efek pemakaian heroin: kejang-kejang, mual, hidung dan mata yang selalu berair, kehilangan nafsu makan dan cairan tubuh, mengantuk, cadel, bicara tidak jelas, tidak dapat berkonsentrasi. Sakaw atau sakit karena putaw terjadi apabila si pecandu putus menggunakan putaw.
Sebenarnya sakaw salah satu bentuk detoksifikasi alamiah yaitu membiarkan si pecandu melewati masa sakaw tanpa obat, selain didampingi dan dimotivasi untuk sembuh.Gejala sakau: mata dan hidung berair, tulang terasa ngilu, rasa gatal di bawah kulit seluruh badan, sakit perut/diare dan kedinginan.Tanda-tanda dari seseorang yang sedang ketagihan adalah : kesakitan dan kejang-kejang, keram perut dan menggelepar, gemetar dan muntah-muntah, hidung berlendir, mata berair, kehilangan nafsu makan, kekurangan cairan tubuh.
Simak juga ciri-ciri orang yang sakaw berikut ini:


2. Kokain (Shabu-shabu)
Saat ini Kokain masih digunakan sebagai anestetik lokal, khususnya untuk pembedahan mata, hidung dan tenggorokan, karena efek vasokonstriksifnya juga membantu. Kokain diklasifikasikan sebagai suatu narkotik, bersama dengan morfin dan heroin karena efek adiktif dan efek merugikannya telah dikenali.
Efek yang ditimbulkan:
* Menjadi bersemangat, gelisah dan tidak bisa diam, tidak bisa makan, paranoid, lever terganggu.
* Shabu-shabu mengakibatkan efek yang sangat kuat pada system syaraf .Pemakai shabu-shabu secara mental akan bergantung pada zat ini dan penggunaan yang terus menerus dapat merusakan otot jantung dan bahkan menyebabkan kematian.
* Shabu-shabu sangat berbahaya karena prilaku yang menjurus pada kekerasan merupakan efek langsung dari penggunannya. Bahkan sering menyebabkan impoten.
* Berat badan menyusut, kejang-kejang, halusinasi, paranoid, kerusakan usus ginjal.

3. Methamphetamine

Methamphetamine adalah obat stimulant yang dapat menimbulkan efek ketergantungan, obat ini mengaktifasi system tertentu dari saraf pusat terutama pada pusat emosi dengan meningkatkan produksi dopamine-serotonin sehingga memberikan efek eksitasi pada mood dan gerakan tubuh. Penggunaan dosis tertentu dan terus menerus dapat menyebabkan kerusakan pada ujung neuronal saraf sehingga menimbulkan keterlambatan respon motorik, sensorik, dan tentunya cognitive dalam hal ini melibatkan memori.
Dengan dosis yang sangat kecil hanya 0,5 mg saja Methamphetamine dapat meningkatkan kewaspadaan, tidak tidur, menurunkan nafsu makan, meningkatakan detak jantung, meningkatkan tekanan darah, melebarkan pembuluh darah, dan meningkatkan suhu.
Efek samping adiksi dapat berupa iritabilitas, cemas, insomnia, disorientasi, tremor, kejang, gangguan jantung, dan kematian. Efek jangka panjang berupa paranoid, aggressive, anoreksia, gangguan memori, halusinasi penglihatan dan pendengaran, delusi, dan gangguan gigi yang parah.

3. Ectasy (ineks)
Setelah 20-60 menit penggunaan akan merasa seakan-akan tubuhnya melayang, diiringi mulut terasa kering , rahang terasa kaku, dan jantung berdetak lebih kencang. Kemudian muncul perasaan super percaya diri, rileks, dan membuat pengguna seakan-akan merasa sangat hebat.
Dampak panjang : di antaranya kerusakan otak, gangguan daya ingat, kerusakan jantung dan hati, sampai depresi. Penggunaan ecstasy meski baru pertama kali juga bisa menyebabkan kematian yang disebabkan pengguna mengalami dehidrasi dan minum sangat banyak dalam waktu singkat, menyebabkan otak kelebihan cairan.

4. Ganja (Cannabis /Cimeng)
Efek : mengubah mood dan mempengaruhi system susunan syaraf dengan memperlambat kerja otak serta menimbulkan halusinasi.
Dampak panjang : pengguna ganja beresiko terhadap penyakit bronchitis, kanker paaru-paru, gangguan daya ingat, gangguan menstruasi, sampai merusak system kekebalan tubuh. Ganja mempunyai dampak dua kali lebih berat daripada tar yang dikandung oleh rokok sehingga pengguna ganja juga bisa terkena gangguan pernapasan.

Nah, ternyata narkoba memberikan efek yang berbahaya bagi tubuh kita. Cintailah tubuh kita dengan tidak sedikitpun menyentuh narkoba apalagi memakainya, karena tubuh adalah aset kita yang tidak ternilai harganya.
Sekali lagi Katakan “tidak” untuk narkoba!

2 Comments

Filed under Kelas 8, Materi, Tulisanku

2 Responses to Say No to Drugs (Part 2)

  1. muslikhan

    Efek narkoba bisa dikontrol, Bu? Maksudnya gini, syaraf kita masih bisa dikontrol nggak saat drug karena narkoba? Andaikan bisa, nikmat lho digunakan untuk dzikiran, muroqobah, mujahadah, tawajjuh, dan sejenisnya.

    • Pada materi di atas sudah disebutkan efek dari narkoba, semuanya bersifat merugikan kesehatan baik secara fisik maupun secara mental, jangka pendek maupun jangka panjang. Masihkah perlu dicoba? Bukankah sesuatu yang merusak badan termasuk menzalimi diri sendiri itu diharamkan dalam Islam??

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>