Belajar Menjadi Ilmuwan (1)

220px-Albert_Einstein_HeadTahu ilmuwan bukan? Apa yang ada di benak kalian saat mendengar kata ilmuwan? Apakah seorang kakek-kakek berkepala botak dengan rambut memutih, berjenggot, berkaca mata, dan bekerja di laboratorium? Kalau itu anggapan kalian, maka kalian salah! Ilmuwan adalah orang yang bekerja dan mendalami dengan tekun dan sungguh-sungguh suatu bidang ilmu pengetahuan. Ilmuwan mencakup berbagai bidang keilmuan, misalnya sosiolog, antropolog, biolog, fisikawan, ahli matematika, ahli filsafat, pustakawan, dan lain-lain.

Bisakah kita menjadi ilmuwan? Jawabannya tentu bisa! Nah, sekarang bagaimana caranya belajar menjadi seorang ilmuwan? Untuk menjadi seorang ilmuwan, kita harus mengetahui karakter seorang ilmuwan sejati serta memiliki kemampuan dasar seorang ilmuwan. Tertarik? Kita bahas yuk!

Karakter atau sikap dan sifat yang harus dimiliki oleh seorang ilmuwan sejati antara lain :

1.  Rasa ingin tahu yang tinggi

Rasa ingin tahu adalah suatu dorongan atau hasrat untuk lebih mengerti suatu hal yang sebelumnya kurang atau tidak kita ketahui. Rasa ingin tahu dapat berkembang  saat melihat diri sendiri dan lingkungan sekitar kita. Untuk dapat merangsang keingintahuan kita, kita harus tertarik terhadap sesuatu terlebih dahulu serta berpengetahuan cukup tentang hal itu. Selain itu  dapat juga diasah melalui sikap peduli terhadap lingkungan sekitar kita dengan melihat dan mengamati.

2.  Pantang menyerah

Dalam penelitian, pasti akan ada persoalan yang harus dihadapi. Nah, seorang ilmuwan tidak boleh mudah menyerah dalam mengatasi persoalan yang dihadapi selama melakukan penelitiannya. Misalnya saat menerapkan metode pertama  bahkan metode kedua gagal, maka kita harus mencoba metode lain yang lebih efisien namun tetap mengacu pada metode ilmiah yang telah ditentukan sejak awal penelitian.

3.  Mencintai kebenaran dan kejujuran

Sifat jujur dan menjaga kebenaran merupakan modal penting untuk menghasilkan ilmu pengetahuan.  Ilmuwan akan senantiasa berusaha mendapatkan data yang benar-benar bisa menjawab rasa ingin tahunya. Data yang baik adalah data yang jujur, tidak dimanipulasi baik secara kuantitas maupun kualitas. Karena jika data yang digunakan tidak benar, maka penelitiannya akan berdampak buruk jika diterapkan oleh masyarakat.

4.  Berani

Seorang ilmuwan harus berani melakukan tindakan dan berani mengambil resiko dari kegiatan penelitian yang dilakukan. Bayangkan keberhasilan yang akan kita raih jika penelitian yang kita lakukan berhasil dan bermanfaat bagi orang banyak, itu akan membuat kita berani untuk melakukan tindakan dalam penelitian.  Dalam penelitian, kita harus fokus terhadap apa yang kita teliti dan kadang kala menuntut kita untuk berkutat di laboratorium, menghabiskan waktu ber jam-jam di perpustakaan atau bersusah payah mengumpulkan data penelitian di tempat tertentu. Itu adalah resiko yang harus dijalani oleh seorang ilmuwan. Rasa senang justru akan timbul jika kita berani mengambil resiko tersebut. Keberhasilan selalu membutuhkan pengorbanan positif!

5.  Tekun

Ketekunan adalah kemampuan untuk terus berusaha, bahkan manakala dihadapkan pada kegagalan. Tekun dapat pula diartikan sebagai sikap sabar sekaligus teliti. Meneliti memberikan kesabaran untuk selalu mencoba setiap langkah dan memperbaiki kesalahan. Sikap teliti akan menghindarkan kita dari kesalahan yang tidak perlu. Seorang ilmuwan harus berusaha meminimalisasi kesalahan dalam segala bentuk, baik berupa kesalahan percobaan, metode ataupun kesalahan manusiawi yang tidak disengaja.

6.  Terbuka

Sikap terbuka sangat penting dimiliki oleh seorang ilmuwan. Sikap terbuka berarti harus bisa menerima setiap respon orang, menerima pendapat, kritik, saran atau koreksi terhadap proses atau hasil penelitian. Dengan kritik dan saran dari orang lain akan menghindarkan ilmuwan dari kesalahan sehingga kualitas penelitian akan selalu terjaga.

7.  Optimis

 Seorang ilmuwan harus selalu optimis atau memiliki keyakinan bahwa penelitian yang dilakukannya akan berhasil dan memberikan manfaat bagi orang lain.

8. Analitis

Sikap analitis adalah kemampuan untuk menguraikan suatu persoalan dari segala sudut pandang secara menyeluruh.  Untuk menumbuhkan sikap analitis, biasakanlah melihat sesuatu secara  mendetail dan lengkap. Dengan demikian kita akan tahu bahwa hal-hal kecil pun berperan penting. Selain itu cobalah untuk melihat setiap persoalan dari berbagai sudut pandang.

9. Mendekatkan diri pada Tuhan

Dengan mendekatkan diri kepada Tuhan, kita tidak hanya dapat menyelesaikan penelitian, selalu yakin dan bekerja keras tetapi kita juga akan mendapatkan berkah dari-Nya karena ilmu yang kita kembangkan memberikan manfaat positif bagi orang lain.

Selain 9 karakter atau sikap dan sifat di atas, seorang ilmuwan juga harus memiliki kemampuan dasar membaca, mengamati, meneliti, mengetahui metode ilmiah dan menulis. Nah, dari 9 karakter tersebut, berapakah yang sudah kalian miliki? Jika masih ada beberapa yang belum, terus berusaha untuk mencoba ya!

sumber : Sutrio Hadi, dkk.Kamu Bisa Jadi Ilmuwan. Nobel Edumedia.2010

28 Comments

Filed under Kelas 7, Materi

28 Responses to Belajar Menjadi Ilmuwan (1)

  1. Wah… Mbak.. Blognya koq ngga didaftarin ke ISBA? Artikel-nya berbobot semua, nih………

  2. Salam kenal, Bu Guru..
    Saya selalu ingin jadi ilmuwan.. tapi karena kurang terfokus akhirnya membias ke sana kemari.Belajar ini dan itu yang disukai sedikit sedikit, tapi nggak ada yang ahli..
    Thanks untuk sharingnya.. jadi nanti bisa berguna untuk saya tekankan juga pada anak-anak saya..

  3. wah, belakangan ini makin sulit ditemukan ilmuwan sejati, bu. ketika sedang mencapai puncak popularitas, seringkali mereka tak tahan godaan terhadap iming2 politik yang menggiurkan, hingga akhirnya lupa terhadap kesejatian dirinya. semoga postingan ini bisa menjadi “pengingat” agar para ilmuwan mau kembali ke “khittah”-nya.

  4. my be karena ada rasa meles nto bisa ngalain segalanya… so ga mungkin ane bisa jadi ilmuan… xixixi :-D

  5. Evi

    Sifat2 dasar dari ilmuwan ini sebetulnya bisa digunakan oleh semua orang ya Bu Guru, tak hanya mereka yg punya titel akademis. Karena kita manusia mesti belajar seumur hidup, dalam kadar yg berbeda mestinya setiap kita adalah ilmuwan ya Bu :)

    • Sependapat bu Evi, karena dari sifat dan karakter yang ada pada diri ilmuwan tersebut pada hakekatnya baik, dan sangat baik pula untuk dimiliki oleh semua orang. Salam blooging.

  6. berarti siapa pun bisa jadi ilmuan ya bu :D

  7. Bu guru, saya juga mau jadi ilmuwan.. ajari yaa :D

  8. Moga menjadi ilmuwan yg hebat :)

  9. mbak mbak… ijin save yach…. :D :mrgreen:

  10. Tambah satu Bu, Berdo’a supaya jadi ilmuwan-karena kalau hanya mendekat tanpa bedo’a kayaknya kurang mantap. Apa keinginan kita harus dicurahkan pada yang Kuasa. Setelah itu berihtiar dan berprasangka baik, artinya yakin kalau do’anya akan dikabulkan.

  11. saya malah tak mengerti pada diri sendiri, satu sisi saya alumni ilmu-ilmu sains (Biologi) namun disisi yang lain tangan ini gatal untuk senantiasa menggoreskan kata-kata dalam bentuk fiksi

    • Itulah uniknya seseorang pak, kadang saya juga melakukan hal yang sama, suka menuliskan sekedar cerita atau pengalaman keseharian dalam sebuah catatan di facebook. Dan itu tidak dilarang kok pak.. hehehe

  12. nice post…thanx for share

  13. kereeennn.. aku bisa gak ya? ;)

  14. Info dan Tulisannya Amazing, boeh dicoba. Sukses selalu

  15. selamat pagi bu guru,
    luar biasa ada seorang guru yang bloger, salam sukses selalu.

  16. “jika ingin mengenal tentang seseorang, bisa dikenal lewat jejak karyanya” .saya bukan orang IPA, saya orang yang membelot disiplin keilmuan saya, dari SH saya berselingkuh menjadi guru IPA di sebuah Madrasah suasta. namun dengan perselingkuhan itu saya merasa tenang dan bebas mengekspresikan apa yang saya inginkan. sekarang misi saya ada dua : pertama; saya ingin artikel tengtang pembuatan listrik tenaga surya dengan menggunakan sel surya yang terbuat dari tanah blubur (lempung) yang biasa dibuat uttuk bahan keramik dan warna ungu kulit manggis. kedua ; bagaimana proses pembuatan alat untuk mengolah limbah plastik menjadi minyak bumi. terimakasih jika sebagai guru teladan seperti ibu sudi mengasih infonya. good lunk!

    • hampir mirip dengan saya pak Asrofi, saya berlatar pendidikan kesehatan, tetapi sekarang terjun di dunia pendidikan, dunia yang saya cintai sekarang ini. Meskipun hanya sedikit ilmu yang saya miliki, tapi senang rasanya bisa berbagi dengan orang lain. Semoga impian pak Asrofi di atas dapat tercapai dan menginspirasi orang lain untuk terus berkarya dalam pendidikan. Salam pendidikan!

  17. thanks ya kk aku jadi lebih tau nih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>